Louise Gerda Pessireron, Perempuan yang Menginvestasikan Hidupnya pada Nilai Komitmen

Khoiria Oktaviani, Abdi Negara yang Cinta Kegiatan Sosial
September 7, 2021
Renova Viscky, Meniti Karir dengan Menghargai Setiap Proses
September 7, 2021
Show all

Louise Gerda Pessireron, Perempuan yang Menginvestasikan Hidupnya pada Nilai Komitmen

wimeindonesia.id – Louise Gerda Pessireron menginvetasikan waktunya untuk kehidupan sosial, baik itu di lingkungan pekerjaan ataupun kerohanian. Baginya, hal tersebut adalah bentuk tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.

Perempuan yang menamatkan Pendidikan Sarjana Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1992 ini memulai karir di PT Bita Bina Semesta – Bita Mulia Mandiri – Bita Minenco Inc pada tahun 1993 hingga 1995 dan terlibat pada perencanaan wilayah pertambangan selama bekerja di perusahaan tersebut.

Di tahun 1995, Louise melanjutkan karir di PT Kaltim Prima Coal – Sangatta – HR Division – External Department. Ia pindah ke Divisi Processing & Infrastructure sebagai Superintendent Facilities Maintenance di tahun 1999. Karir Louise di PT Kaltim Prima Coal terus bersinar hingga ia dipromosikan menjadi Manager pada Departemen Project Management & Evaluation. Promosi ini menambah tanggung jawab Louise di perusahaan.

Pencapaian terbesar Louise adalah turut berperan mengawal Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Menurut Louise, hal ini menjadi bagian penting strategi dan implementasi bisnis berkelanjutan dengan membangun teamwork yang kuat untuk menjalankan peran dan tanggung jawab.

Louise juga menyadari bahwa pekerjaan yang bergelut di dunia pertambangan, khususnya batubara,  sering mendapat persepsi negatif dari berbagai pihak. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya pengenalan khalayak pada operasi pertambangan yang benar dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Sumbangsih pemikiran dalam pekerjaan yang berkaitan dengan sustainable development untuk membangun pemahaman para pemangku kepentingan, baik di level lokal, regional, nasional dan internasional pun menjadi penting. Menjadi pembicara atau narasumber di kegiatan seminar atau konferensi merupakan kesempatan yang baik untuk menyampaikan kontribusi penting dunia tambang bagi kehidupan (mining for life).

Menurut Louise, Komunikasi adalah masalah utama dalam setiap hubungan di dunia pekerjaan dan sosial. Hal ini dikarenakan setiap orang itu unik dengan karakternya masing-masing. Membangun komunikasi dengan bersama-sama melihat secara objektif tujuan yang ingin dicapai akan menyadarkan pihak lain akan pentingnya kerja sama. Secara tidak langsung, Louise terlibat dalam bagian penting dari people development. Hal ini bukan perkara mudah, tetapi layak untuk diperjuangkan. Bagi Louise, apabila semua orang bisa tersenyum bersama akan membawa kebahagiaan bersama.

Meski mempunyai tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya, keluarga adalah bagian terpenting dalam hidup Louise. Ia mengatur waktunya sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan karir dan keluarga. Bagi Louise, karir dan keluarga adalah wujud komitmen, sehingga  keduanya harus bisa berjalan dengan baik. Membiasakan diri dengan pembagian waktu juga akan melatih agility / kegesitan kita merespon kedua hal tersebut.

Selain aktif di pekerjaan, Louise aktif di kegiatan sosial. Terbukti, ia menjadi ketua di beberapa yayasan yang dinaungi PT Kaltim Prima Coal, seperti Yayasan Sangatta Baru (YSB) dan Yayasan Senyum dan Harapan (YSH) sejak tahun 2004 hingga tahun 2021. Louise juga dipercaya untuk menjadi Ketua Yayasan Sosial dari tahun 2005 hingga saat ini.

Perempuan yang memiliki hobi membaca ini menjadikan Mother Teresa sebagai tokoh inspirasi. Mother Teresa  menjalani hidup yang diwarnai dengan pelayanan kepada Tuhan dan sesama, serta nilai-nilai kehidupan yang tidak lekang oleh waktu. Sekalipun banyak tantangan dalam merealisasikan hal tersebut, keteguhan hati Louise menjadi kekuatan terbesarnya untuk tetap dapat menjalankan misi kasih kepada dunia. 

Selain Mother Teresa, Louise juga terinspirasi oleh Begin with the end in mind, salah satu dari kumpulan kebiasaan yang dikembangkan oleh Steven Covey. Kebiasaan tersebut mengajarkan bahwa kita hendaknya mengetahui tujuan akhir dari sebuah perjalanan atau pekerjaan. Dengan demikian, kita bisa menata hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, waktu untuk mengerjakannya dan sumber daya diperlukan. Dari berbagai pengalaman mengerjakan proyek dan mengevaluasinya, Louise sering mendapati proyek yang tidak optimal karena dikerjakan terburu-buru dan kurangnya perencanaan yang baik. 

Perempuan kelahiran Palembang ini bergabung menjadi mentor pada salah satu program WiME, yaitu STEM Female Graduate Mentorship Program Batch 2. Ia ingin berbagi pengalaman dengan para mentee yang akan atau sedang memasuki dunia kerja, khususnya di lingkungan kerja pertambangan yang terkesan sangat maskulin. Kenyataannya, dunia tambang juga memiliki sisi feminin, yaitu dalam kaitannya dengan manfaatnya bagi kehidupan. Untuk itu, Mining for life menjadi penting untuk diketahui maknanya. Perempuan pun bisa berperan penting di dalam bidang ini.

Penulis: Mayang Sari

Editor: Safura Herlusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com